mount prau, indonesia, mountain

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Jawa Tengah mempunyai sederet tempat istimewa buat melihat panorama matahari terbit alias sunrise. Seluruhnya sangat indah serta menawarkan pesona yang berbeda- beda. Tetapi, terdapat satu tempat di Jawa Tengah yang senantiasa jadi tujuan. Apalagi pesona sunrise di situ diucap yang terbaik.

Merupakan Gunung Prau. Gunung yang terletak di kawasan Dataran Besar Dieng ini diklaim mempunyai pesona golden sunrise terbaik. Gimana tidak, matahari yang keluar dari peraduannya disambut dengan bentang alam yang begitu gagah. Tidak heran apabila gunung dengan ketinggian 2. 565 mdpl ini merupakan posisi terbaik buat melihat detik- detik matahari terbit.

Secara administratif, Gunung Prau terletak di 5 kabupaten sekalian jadi tapal batasan untuk kelimanya. Ialah Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, serta Kabupaten Temanggung. Terdapat 6 basecamp formal buat melaksanakan pendakian ke Gunung Prau, ialah basecamp Dieng, Patakbanteng, Kalilembu, Dwarawati, Wates, serta Igirmranak.

Tetapi, dari beberapa basecamp tersebut, jalan pendakian via Patak Banteng jadi sangat kesukaan. Alasannya, rute pendakian Gunung Prau via Patak Banteng jauh lebih pendek dibanding jalan lain. Tidak hanya itu, jalan Patak Banteng lebih dekat dengan puncak Gunung Prau.

Buat mendaki Gunung Prau via jalan Patak Banteng, pendaki cuma perlu waktu dekat 2 sampai 2, 5 jam. Jarak yang ditempuh cukup pendek, dekat 4 km. Apabila melalui jalan lain, dapat lebih dari 3 sampai 4 jam sebab jalurnya memutar.

Cocok namanya, basecamp Patak Banteng terletak di Jalur Dieng, Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Lokasinya tidak begitu jauh dari gapura Selamat Tiba Dieng Plateau. Apabila tiba dari arah Wonosobo, basecamp terdapat di sisi sebelah kanan sehabis gapura. Juga kebalikannya apabila tiba dari arah Banjarnegara, basecamp terdapat di sebelah kiri saat sebelum gapura.

Sarana yang terdapat di basecamp Patak Banteng terbilang lengkap serta sangat penuhi kenyamanan pendakian. Mulai dari tempat penginapan, tempat penyewaan perlengkapan outdoor, warung makan, pusat oleh- oleh, sampai minimarket juga ada. Masyarakat dekat pula sediakan sarana wc serta kamar mandi yang dilengkapi dengan sarana pemanas air alias water heater.

Saat sebelum mendaki, tiap wisatawan wajib mengurus tiket pendaftaran pendakian sebesar Rp 15 ribu per orang. Tidak hanya memperoleh tiket, umumnya pendaki hendak menemukan selembar peta selaku pemandu jalan dan selembar kantung sampah. Di basecamp pula, pendaki dapat mengecek kembali perlengkapan serta peralatan buat muncak.

Terdapat sebagian peraturan yang harus dipatuhi para pendaki dikala mendaki Gunung Prau, terlebih di masa pandemi Covid- 19 semacam saat ini ini. Para pendaki wajib betul- betul mencermati protokol kesehatan. Misalnya dengan senantiasa mengenakan masker, melindungi jarak dikala pendakian, giat cuci tangan, dan yakinkan temperatur badan wajar ataupun di dasar 37, 3 derajat celcius. Hand sanitizer pula jadi barang yang harus dibawa.

Terdapat sebagian larangan dikala mendaki Gunung Prau. Misalnya membuang sampah sembarangan, masuk tanpa izin, membuat api unggun, tidak bawa sampah turun, sampai menebang tumbuhan. Apabila nekat dilanggar, siap- siap saja dikenai sanksi berbentuk penanaman tumbuhan di puncak.

Tidak hanya itu, terdapat larangan lain yang masih kerap dibiarkan. Pendaki dilarang bawa tisu basah ke atas gunung. Bila terlanjur bawa tisu basah, hingga para pendaki dapat menitipkannya di base camp buat setelah itu diambil lagi dikala telah turun gunung.

Sehabis telah siap seluruhnya, saatnya mendaki. Jangan kurang ingat berdoa dahulu supaya senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, serta kembali dengan selamat. Tes awal dikala mendaki Gunung Prau via Patak Banteng merupakan tangga di samping rumah masyarakat. Jalurnya memanglah tidak sangat panjang, tetapi lumayan buat pemanasan.

Berakhir menyusuri perkampungan, ekspedisi dilanjutnya dengan merambah zona ladang kepunyaan masyarakat kemudian ke jalan makadam. Jalan lama- lama mulai menanjak sampai tidak terasa hingga di Pos 1 Sikut Dewo. Di Pos 1, umumnya terdapat petugas yang hendak mengecek tiket sekalian kelengkapan pendakian.

Jalan pendakian berikutnya masih terletak di tengah ladang masyarakat. Walaupun terdapat sebagian tanjakan, tetapi lebih banyak bonus berbentuk jalan landai dan warung makan. Ya di sejauh jalan pendakian mengarah Pos 2 Canggal Walangan, ada beberapa warung. Tidak hanya jadi tempat buat mengisi perut pula jadi tempat pelepas letih. Tidak lama setelah itu, sampailah di Pos 2.

Tidak butuh terburu- buru buat langsung naik mengarah Pos 3 Cacingan. Pendaki dapat istirahat sejenak di zona Pos 2 yang lumayan luas. Hitung- hitung sekaligus mengisi tenaga saat sebelum melangkahkan kaki ke Pos 3. Karena, pendakian yang sesungguhnya hendak diawali.

Ya, jalan pendakian Pos 2 mengarah Pos 3 lebih banyak tanjakan dengan jalan penuh pangkal. Perhatikan langkah supaya tidak tersandung. Jangan sungkan buat break ataupun rehat sejenak karena jalan pendakiannya membuat kaki lebih kilat pegal. Sambil meluruskan kaki, nikmati lebatnya kawasan hutan pinus dengan angin sepoi- sepoi.

Jalan penuh tanjakan masih hendak terus berlangsung sampai Pos 4 Plawangan. Kelainannya telah tidak terdapat lagi jalan penuh pangkal serta panorama alam hutan. Tetapi ditukar dengan jalan berbentuk anak tangga yang mempermudah pendaki. Panorama alam hutan berubah dengan jalan terbuka. Dari mari, pendaki bisa memandang hamparan keelokan kawasan Dieng dan Telaga Warna yang bagaikan oase dari ketinggian. Hendak kian istimewa apabila langit dalam keadaan biru bersih.

Pendaki boleh bersorak girang bila mulai menciptakan bunga daisy nan warna- warni. Itu maksudnya, zona perkemahan telah terus menjadi dekat. Langkahkan kaki sebentar saja serta tadaaa, zona puncak Gunung Prau yang sangat luas menyambutmu. Pendaki dapat lekas mendirikan tenda di Sunrise Camp.

Cari posisi terbaik buat mendirikan tenda. Apakah mau di balik bukit dengan lebat pepohonan supaya bebas dari angin malam. Ataupun terletak di tanah terbuka, tetapi dapat langsung berhadapan dengan Gunung Sindoro serta Gunung Sumbing. 2 posisi ini bersama menguntungkan, kok.

Sehabis berkemah semalaman, segeralah bangun pagi buat melihat detik- detik terbitnya matahari. Pertunjukan alam ini dapat disaksikan mulai jam 05. 00 Wib. Semula pendaki hendak disuguhkan hamparan lautan awan di depan mata, di tengah gagahnya Gunung Sindoro serta Gunung Sumbing.

Kemudian lama- lama, semburat warna kuning yang lama- lama jadi warna keemasan timbul dari ufuk timur. Matahari bersiap terbit serta jadi cerah untuk semesta. Sedangkan di kejauhan nampak berjejer Gunung Merapi, Gunung Merbabu, sampai Gunung Lawu. Atmosfer magis inilah yang membuat pendakian Gunung Prau bagaikan candu. Siapapun yang sempat ke situ, tidak hirau selelah apapun rasanya mendaki, tentu senantiasa mau kembali.

Tambahkan apabila turis mendaki Gunung Prau dikala cuacanya lagi cerah- cerahnya. Misal bulan Juli sampai September. Tentu mau berlama- lama serta enggan turun. Karena langit nampak sangat biru. Kontras dengan atmosfer perbukitan yang hijau sampai mengguning dikala masa kemarau.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Hubungi Kami

Location

Jl. Bri Radio Dalam No.17, RT.14/RW.3, Gandaria Utara, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12140

Contact Us

Email : halo@palatika.or.id